Jakarta (KABARIN) -
Kebiasaan makan di malam hari ternyata bukan cuma berpengaruh ke berat badan, tapi juga bisa memicu stres makin meningkat. Mulai dari ngemil tanpa sadar, makan terlalu dekat jam tidur, sampai sengaja melewatkan makan malam disebut bisa berdampak buruk buat kondisi mental.
Dilansir dari EatingWell, stres, pola makan, dan kualitas tidur punya hubungan yang saling berkaitan.
Ahli gizi Amanda Sauceda menjelaskan saat seseorang stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol lebih tinggi. Kondisi itu biasanya bikin rasa lapar meningkat, terutama keinginan makan makanan tinggi gula, lemak, dan kalori.
Selain itu, pola makan juga ikut memengaruhi kesehatan mental dan fisik. Konsumsi makanan bergizi dan seimbang dinilai bisa membantu memperbaiki mood sekaligus mengurangi stres, kecemasan, hingga depresi.
Sebaliknya, beberapa kebiasaan makan malam justru bisa bikin tubuh dan pikiran makin tidak nyaman. Salah satunya makan terlalu dekat dengan waktu tidur.
Ahli gizi Patricia Kolesa mengatakan makan kurang dari tiga jam sebelum tidur dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Kondisi ini juga bisa memicu refluks asam lambung atau sensasi panas di dada.
Menurut Patricia, jenis makanan yang dikonsumsi juga punya pengaruh besar. Makanan pedas, gorengan, makanan asam, sampai minuman berkafein jadi beberapa pemicu gangguan pencernaan pada malam hari.
Tidak cuma itu, kebiasaan melewatkan makan malam atau makan terlalu sedikit juga bisa berdampak ke suasana hati. Tubuh yang kekurangan asupan energi lebih mudah mengalami penurunan gula darah sehingga memicu rasa lemas, emosi, dan stres.
“Tubuh akan merasa lebih puas sehingga mengurangi keinginan makan berlebihan pada malam hari,” kata Patricia.
Amanda juga menyinggung soal kondisi “hanger” atau marah karena lapar yang ternyata nyata terjadi dan bisa memperburuk suasana saat seseorang sedang stres.
Kebiasaan lain yang perlu diwaspadai adalah ngemil tanpa sadar atau mindless snacking. Biasanya hal ini terjadi karena bosan, stres, atau terlalu fokus bermain gadget maupun menonton.
Menurut Patricia, banyak orang merasa ngemil keripik atau biskuit di malam hari bisa membantu menenangkan diri. Padahal, kebiasaan itu justru sering memicu rasa bersalah dan membuat pola makan jadi tidak terkontrol.
Untuk mengurangi stres akibat pola makan malam yang kurang tepat, para ahli menyarankan konsumsi makan malam dengan nutrisi seimbang seperti protein, lemak sehat, dan serat.
Amanda menjelaskan kombinasi nutrisi tersebut membantu menjaga energi tetap stabil sekaligus mendukung gula darah dan metabolisme tubuh tetap sehat.
Selain itu, jadwal makan yang teratur juga penting supaya tubuh tidak kekurangan energi sepanjang hari. Ahli menyarankan jeda makan atau camilan setiap tiga sampai enam jam dengan porsi yang lebih ringan menjelang tidur.
Membangun rutinitas malam yang santai juga dianggap bisa membantu tubuh lebih rileks. Mulai dari jalan kaki ringan setelah makan malam, mengurangi main gadget, hingga menyiapkan kebutuhan untuk besok disebut bisa membantu suasana malam jadi lebih tenang.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026